Kegunaan Uang
1. Transaksi
1. Transaksi
Manusia membutuhkan alat tukar untuk melakukan transaksi. Alat tukar yang digunakan saat ini adalah uang. Uang digunakan untuk melakukan transaksi dengan orang lain. Contohnya seseorang kehausan, otomatis orang tersebut membutuhkan air untuk melepas dahaganya. Orang tersebut memiliki uang yang cukup untuk membeli minuman. Kemudian orang tersebut menggunakan uangnya untuk membeli minuman di tukang minuman. Ketika uang diberikan maka minuman diterima oleh orang tersebut. Terjadi tukar - menukar antara orang tersebut dengan tukang minuman. Kebutuhan orang tersebut telah terpenuhi.
2. Berjaga - jaga
Setelah uang digunakan untuk transaksi agar kebutuhan terpenuhi adalah berjaga-jaga untuk menjaga barang yang telah kita terima dalam transaksi tidak hilang begitu saja. Uang dibutuhkan apabila suatu barang hilang, barang tersebut dapat diganti dengan membeli barang yang baru. Contohnya saat seseorang sakit, ia membutuhkan uang untuk dapat berobat ke dokter. Tanpa uang yang cukup ia tidak dapat berjaga-jaga apabila kondisi kesehatannya menurun.
Setelah uang digunakan untuk transaksi agar kebutuhan terpenuhi adalah berjaga-jaga untuk menjaga barang yang telah kita terima dalam transaksi tidak hilang begitu saja. Uang dibutuhkan apabila suatu barang hilang, barang tersebut dapat diganti dengan membeli barang yang baru. Contohnya saat seseorang sakit, ia membutuhkan uang untuk dapat berobat ke dokter. Tanpa uang yang cukup ia tidak dapat berjaga-jaga apabila kondisi kesehatannya menurun.
3. Investasi
Investasi perlu dilakukan agar kebutuhan yang telah terpenuhi dapat dipertahankan dan berlangsung terus menerus. Dalam kehidupan ekonomi terdapat orang yang berkecukupan uang dan orang yang serba kekurangan uang. Zaman dahulu belum terdapat uang sebagai alat tukar. Orang-orang yang membutuhkan barang tertentu saling bertemu bertatap muka dan melakukan tukar menukar barang. Sistem tukar menukar barang ini disebut Barter. Setelah ekonomi semakin berkembang munculah alat tukar yaitu uang. Uang memerlukan tempat penyimpanan yang aman maka munculah Bank. Bank memungkinkan setiap orang yang membutuhkan suatu barang tertentu tidak harus bertatap muka. Orang yang berkecukupan hanya perlu menyimpan uangnya di Bank dan menerima bunga setiap bulannya, sedangkan Bank mengatur pinjaman untuk orang yang serba kekurangan uang dengan mematok bunga yang lebih besar dari bunga orang yang berkecukupan. Jika dirumuskan bunga untuk orang yang berkecukupan adalah i1 dan bunga untuk orang yang serba kekurangan adalah i2, maka :
i1< i2
Contoh Kasus :
Terdapat seseorang yang membutuhkan uang dari bank yaitu Bank SITI. ia membutuhkan uang sejumlah Rp 100.000.000-,.Bank membutuhkan asuransi agar bank tidak mengalami kerugian besar apabila orang yang meminjam uang tersebut tiba-tiba kabur, meninggal atau alasan lain. Asuransi bekerja dengan cara pihak bank memberikan uang kepada perusahaan yaitu PT. Z sejumlah Rp 1.000.000-,. Uang tersebut disebut Premi. Premi berguna sebagai asuransi jika pihak peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman senilai Rp 100.000.000-, tersebut, sehingga PT.Z yang bertanggung jawab untuk membayar uang Rp 100.000.000-, kepada Bank SITI.
PT.Z mengalami kesulitan apabila nasabah Bank SITI tidak dapat mengembalikan uang pinjamannya, maka PT.Z melakukan Reasuransi kepada PT.K. PT.K meneriman sejumlah Rp 800.000-, dari PT. Z dan memiliki tanggung jawab membayar Rp 80.000.000-, apabilan nasabah Bank SITI tidak dapat mengembalikan pinjaman.
PT.K juga mengalami kesulitan untuk menanganinya, maka PT.K melakukan Reasuransi kepada perusahaan yang terdapat di luar negeri yaitu PT.L di negara Swiss. PT.L meneriman sejumlah Rp 600.000-, dari PT. K dan akan bertanggung jawab membayar Rp 60.000.000-, apabila nasabah Bank SITI tidak dapat mengembalikan pinjaman. PT.L merupakan perusahaan asuransi terbesar dan terakhir dalam siklus asuransi ini sehingga PT.L tidak dapat melakukan Reasuransi ke perusahaan asuransi lain. PT.L mengumpulkan dana dan meraup keuntungan cepat dengan menanamkan modal dengan jumlah yang besar ke dalam Pasar Modal.
Pasar Modal adalah tempat dimana orang-orang menanamkan modalnya kepada perusahaan yang membutuhkan modal untuk kepentingannya dan penanam modal akan mendapatkan keuntungungan sesuai perjanjian. Pemilik modal dapat menginventasikan uanganya dengan membeli saham perusahaan. Pemilik saham dapat memperoleh keuntungan dari Deviden atau dengan cara Obligasi. Terdapat uang pertanggungan di dalam Obligasi. Contohnya apabila perusahaan yang meminjam sejumlah Rp 9.000.000-, dalam waktu tiga bulan dan perjanjiannya akan dikembalikan sejumlah Rp 10.000.000-,. Selisih ini disebut Diskonto.
PT.L merupakan perusahaan luar sehingga PT.L tidak dapat masuk ke Pasar Modal di Indonesia. PT.L menyiasati hal ini dengan mendirikan perusahaan di Indonesia yang kemudian digunakan untuk masuk ke Pasar Modal. Pasar Modal dapat digunakan oleh pemilik modal maupun oleh orang yang membutuhkan dana seperti orang yang meminjam Rp 100.000.000-, pada Bank SITI. Hal ini merupakan siklus perputaran uang secara global.
ASURANSI
Seseorang hanya bisa mengasuransikan anggota keluarganya. Hal ini disebut Ikatan atau Insurable Interest. Dalam Asuransi terdapat 5 kegiatan operasional utama yaitu :
1. Marketing
Bertugas menawarkan asuransi kepada orang lain.
2. Investasi
Berhubungan dengan pasar modal.
3. Underwriting
Melakukan pendataan dan memastikan kebeneran data dari anggota asuransi. Misalnya melakukan pemeriksaan anggota keluarga pemegang asuransi.
4. Actuary (Aktuaria)
Melakukan perjanjian biaya dengan nasabah asuransi dan menentukan uang yang harus dibayar nasabah untuk mendapatkan sejumlah asuransi.
5. Klaim (Claim)
Pihak yang menurunkan dana apabila nasabah memenuhi keadaan diturunkannya asuransi. Misalnya ketika nasabah mengalami kecelakaan, maka pihak klaim yang akan menurunkan biaya kepada nasabah.
Tabel Mortalitas
Tabel mortalita digunakan untuk memperkirakan tarif premi. Tabel mortalita menggambarkan asumsi laju mortalita atau catatan kematian yang diamati pada masa lalu dan tersusun salam bentuk untuk menggambarkan nilai kemungkinan kematian dan kehidupan pada usia yang berbeda.
